Jogja itu Aku, Kamu, Kita dan Mereka.


Saat pertama kali aku menginjakkan kaki di Jogja, merasakan suasananya, menghirup aromanya, seketika itu juga aku paham apa makna dari kata Jogja Istimewa sesungguhnya. Ya, "Jogja Istimewa", sebuah kata yang selama ini selalu saya dengar saat orang-orang memggambarkan Jogja. Kata yang selalu tersemat pada tempat yang menjadi tujuan utama para pelajar Indonesia untuk menuntut ilmu ini. Memang benar, Jogja memang istimewa, Jogja memang spesial di mataku, dengan kebudayaannya yang tidak akan pernah pudar digerus waktu, peninggalan sejarah yang selalu dipelihara dengan sangat sempurna, serta pesona alamnya yang selalu memanjakan mata saat memandangnya. 

Mengapa Jogja bisa terlihat begitu mewah dibandingkan daerah lain di Indonesia? Bagaimana Jogja bisa menyatukan budaya, peninggalan sejarah serta pesona alamnya dengan begitu eksotis dan sempurna? Awalnya itulah yang aku pikirkan sebelum tau isi terpendam dari daerah yang identik dengan gudeg dan bakpia nya ini. Jawabannya ternyata tidak akan pernah aku dapatkan dengan hanya melihat ataupun membacanya dari cerita orang lain saja. Ya, Kita harus merasakannya sendiri. Karena elemen yang begitu mempengaruhi keistimewaan Jogja itu ternyata adalah aku, kamu, kita dan mereka.

Jogja itu Aku.
Aku yang selalu sadar dan mengerti betapa indahnya Jogja untuk dinikmati. Aku yang turut melestarikan keindahan alam Jogja, menjaganya, serta merawatnya. Aku jugalah yang setiap saat membangga-banggakan tempat-tempat yang ada di Jogja. Aku pula yang selalu menyempatkan waktuku menjelahi isi Jogja. Hei, bukankah dengan aku bangga sama apa yang ada di Jogja juga menjadi daya tarik Jogja itu sendiri?
 
Tempat yang selalu aku kunjungi yaitu alun-alun Jogja. Tempat ini selalu ramai dikunjungi oleh masyarakat Jogja khususnya saat malam hari. Alun-alun Jogja menawarkan pesona Jogja di malam hari yang riuh sekaligus syahdu. Di tempat ini aku biasanya menikmati malam bersama teman-teman sembari duduk lesehan di bawah taburan bintang yang mempesona.

Jogja juga dipenuhi dengan berbagai gunung maupun bukit yang bisa kita daki untuk menikmati keindahan dari pemandangan yang ada. Aku pun selalu suka saat sesekali mencoba mendaki beberapa gunung yang ada di gunung kidul untuk sekedar melepas penat ataupun berfoto-foto. 

Pantai-pantai indah tidak hanya terdapat di Bali ataupun lombok. Jogja pun juga mempunyai banyak pantai-pantai indah tersembunyi yang begitu eksotis. Aku sering menjelajahi pantai-pantai yang ada disekitaran gunung kidul dengan berbagai keindahan dan keunikan tersendiri yang memikat mata.

Jogja itu Kamu.
Kamu yang selalu ramah kepada setiap orang. Kamu yang tidak pernah membeda-bedakan orang lain. Kamu jugalah yang memandang kita sama tanpa melihat darimana kita berasal. Ya, Jogja itu Kamu yang selalu menebar senyum serta selalu berusaha sopan dengan siapapun. Bukankah Jogja terkenal dengan keramahan masyarakatnya?

Bukan rahasia umum kalau  Jogja itu didiami oleh orang-orang yang berasal dari berbagai daerah. Tapi kamu, kamu yang asli Jogja, tidak pernah sombong. Kamu selalu ramah kepada kami. Kamu selalu menerima kami seperti keluarga. Kamu juga tidak pernah membeda-bedakan kami. Kamulah yang selalu menunjukan kepada kami segala keindahan Jogja.

Kepada turis-turis asing pun kamu tetap ramah. Selalu menebar senyum yang selama ini menjadi ciri khas Jogja. Kamu lah yang selalu membantu menjelaskan apabila ada turis yang kebingungan dan tersesat. Kamu bahkan tidak segan-segan mengantar mereka ke tempat tujuan. Memberikan mereka makanan ataupun minuman khas Jogja. Kamulah orang yang membuat Jogja terkenal akan keramahannya.  

Jogja itu Kita.
Kita yang sadar bahwa Jogja selalu membutuhkan tangan-tangan yang peduli dengan sesama. Kita yang selalu menggerakan hati masyarakat untuk turut peduli terhadap sesama. Kita juga peduli terhadap lingkungan Jogja yang mulai rusak dan tidak stabil. Kitalah yang harus mulai melakukannya.

source background picture : http://wargajogja.net
Contoh Kita yang peduli terhadap Jogja adalah KUJ (Komunitas Untuk Jogja) yang mana anggotanya berisikan mahasiswa dari berbagai daerah yang berkuliah di JogjaFadjar Basoeki (57), mahasiswa alumni Pertanian UPN, merasa bahwa praktik ilmu secara nyata di masyarakat kadang kurang mendapat tempat di perkuliahan, sehingga beliau pun mendirikan KUJ sebagai wadah persiapan para mahasiswa setelah lulus kuliah dan juga agar para mahasiswanya tidak melulu hanya berfokus kepada kuliah, tapi juga bisa peduli pada masyarakat dan lingkungan. Bermarkas di Demangan, KUJ dibentuk sebagai universitas kehidupan yang berfokus pada pengabdian masyarakat.



Kegiatan rutin yang kita biasa lakukan di KUJ yaitu Sabtukologi. Sabtukologi merupakan kegiatan dimana semua anggota KUJ berkumpul di markas KUJ untuk belajar bersama, seperti belajar memelihara halaman atau kebun serta praktik-praktik lain yang dirasa mampu dilakukan di daerah perumahan. Selain itu, ada juga sesi sharing antar anggota yang dilakukan sehingga dapat menjaga terjalinnya komunikasi dari masing-masing anggota KUJ. KUJ juga aktif melakukan pemberdayaan ke daerah-daerah terpencil atau desa-desa di Yogyakarta. KUJ sering memberikan pelatihan kepada masyarakat setempat untuk menghidupkan daerahnya dengan kearifan lokal yang dimiliki daerah tersebut, terutama dalam potensi alam maupun kuliner. KUJ mengajarkan bahwa potensi yang dimiliki harus dimaksimalkan oleh yang mempunyai potensi tersebut yaitu masyarakat setempat, bukannya dikelola oleh pihak lain dan malah dimanfaatkan untuk kepentingan sendiri.

Jogja Itu Mereka.
Mereka yang tau pentingnya budaya bagi suatu bangsa. Mereka yang selalu memperjuangkan budaya yang sudah ada sejak dulu kala. Mereka jugalah yang memperkenalkan budaya kepada dunia dengan berbagai cara dan gaya. Bukankah Jogja dikenal mempunyai begitu banyak budaya yang eksotis dan menawan berkat mereka-mereka yang semangat melestarikannya?

Seperti Pekan Budaya Tionghoa Yogyakarta yang selalu diadakan tiap tahunnya. Mereka selalu berusaha memberikan hiburan kepada warga Jogja sekaligus menjaga kebudayaan yang sudah ada sejak dulu. Meskipun acara ini memperkenalkan budaya Tionghoa, tetapi acara ini juga bisa menjadi daya tarik Jogja tersendiri lho.

Selain itu, ada juga acara Prambanan Jazz Festival yang selalu diadakan di Candi Prambanan. Acara ini juga mereka adakan sebagai media hiburan bagi masyarakat Jogja ataupun sekitar Jogja sekaligus memperkenalkan Candi Prambanan kepada masyarakat luas. Mereka tau di masa kini perlu cara yang lebih modern untuk memperkenalkan budaya yang ada agar kembali menarik minat masyarakat. 


-----------------------------------------------------------------------------------------------------------
Setelah cukup lama saya bercengkrama dan menjelajahi setiap sudut kota ini, saya sadar betapa istimewanya Jogja untuk dinikmati. Memang dari segi tempat dan keindahan alam, Jogja masih kalah mempesona dibandingkan mewahnya pantai-pantai di Bali ataupun di Lombok, juga Jogja pun tidak seramai Jakarta dengan bangunan-bangunan megahnya. Tapi yang membuat Jogja terasa sempurna dan menyenangkan itu karena adanya kalian, kalian semua yang peduli dan turut melestarikan keindahan yang ada di kota kita yang tercinta ini. Dan tentu saja yang paling aku nikmati saat berada di Jogja ialah pertemuan dengan orang-orang hebat seperti kalian.

Semoga semangat dari masyarakat Jogja ini bisa menginspirasi Indonesia untuk bisa bersinar di mata dunia. Karena sebenarnya Indonesia tidak memerlukan sumber daya alam yang melimpah ruah, gedung-gedung tinggi bertebaran dimana-mana, tidak. Yang Indonesia butuhkan sekarang sebenarnya adalah semangat warga negaranya untuk bisa memaksimalkan potensi daerahnya masing-masing seperti Jogja. Karena Menjadi Jogja, Menjadi Indonesia. 

all photos taken by @arnandofirhan
SHARE

Khusairi Abdy

  • Image
  • Image
  • Image
  • Image
  • Image
    Blogger Comment

7 komentar:

  1. Jogja menarik dengan segala sesuatu di dalamnya. Selalu suka kalo ke jogja karna memang seperti namanya, ia istimewa. Liat tulisan ini jd makin percaya kalo ternyata banyak orang yang menikmati keanekaragaman jogjakarta, ditambah informasi tentang sabtukologi dan prambanan jaz festival,jd pengen nyobain ikutan kalo kesana lagi :)

    ReplyDelete
  2. udah sering ke Jogja ya? atau udah lama domisili di sana? Jogja keren ga cuma historical aja, tapi alamnya jugaa juara:)

    ReplyDelete
    Replies
    1. baru setaun kak kuliah disini, hehe.
      iyaaa bener banget, anak jogja kak?

      Delete
    2. Oalah baru setaun ya, tak kira udah lama krn tulisannya kaya kenl Jogja banget ehehe, engga aku di Semarang :D

      Delete
  3. Yes, Jogja itu kita....i love it !

    ReplyDelete